Saturday, March 29, 2014

PAWAI OGOH-OGOH ALA RAJ YAMUNA





Keluarga besar Perguruan Raj Yamuna Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1936, dumogi sareng sami ngemolihang kerahayuan lan Kerahajengan. Untuk memeriahkan perayaan Nyepi, seluruh staff , Guru dan siswa Raj Yamuna mengadakan pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan pada hari sabtu pagi yang mengambil start dari Sekolah kemudian ke jalan Sekar ke timur menuju Jalan By Pass Ida Bagus Mantra belok kekiri menuju Jalan By Pass Ngurah Rai dan kembali ke Sekolah, rute ini sudah sangat melelahkan bagi anak-anak yang diikuti dari TK, SD  sampai SMP. Pawai ogoh-ogoh ini dilaksanakan lebih awal dari jadwal pelaksanaan pawai yaitu malam pengerupukan mengingat anak-anak sudah libur minggu. Pelaksanaan kegiatan ini disamping mengenalkan sejak dini kepada anak-anak tentang Hari Raya Suci Agama Hindu beserta rentetan upacaranya juga sebagai upaya menggali potensi kreatifitas anak didik. karena ogoh-ogohnya merupakan hasil karya anak-anak dan guru.


Hari Raya Nyepi adalah bentuk perayaan untuk menyongsong Tahun Baru Saka, yang kebetulan untuk tahun 2014 ini bertepatan pada hari Senin, 31 Maret. Bagi umat Hindu Bali sendiri, Perayaan Hari raya Nyepi secara satu paket dilakukan dalam tahapan upacara 4 hari. Dimulai dari MelastiPecaruanPengrupukanNyepi (Puncak Hari Raya) dan terakhir Ngembak Geni pada keesokan harinya setelah Nyepi.
Dari keempat tahapan tersebut tentu saja Puncak Hari Raya adalah Nyepi itu sendiri, hari baru di mana umat Hindu Bali melaksanakan “Catur Brata” antara lain amati geni (tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Itulah sebabnya, hanya di Bali saja Earth Hour sudah ada sejak dari ribuan tahun lalu – secara rutin dilakukan sehari tiap tahunnya, bahkan sebelum penemu listrik Michael Faraday dan penemu lampu Thomas Alfa Edison lahir, Bali sudah mengenal Earth Hour.
Dari berbagai belahan bumi manapun di dunia, hanya di Bali saja, tiap sekali setahun selama 24 jamnya pesawat tidak boleh landing dan takeoff dari dan ke DPS- Ngurah Rai International Airport. Hanya di Bali saja dari jam 06 pagi WITA sampai jam 06 pagi keesokan harinya kendaraan apapun jenisnya tidak boleh bergerak (kecuali ambulans). Hanya di Bali saja seluruh gelombang FM radio dan UHF televisi dimatikan dalam 24 jam, kita bisa saja menyalakan TV/Radio di rumah, namun tidak menemukan channelnya.

Video Pawai
 

0 comments :

Post a Comment

Postingan Terbaru