Thursday, October 10, 2013

MAHA BANDANA PRASADA PUPUTAN BADUNG


Maha Bandana Prasada mempunyai arti mewujudkan sesuatu yang agung salah satu kegiatan mengambil nilai nilai luhur yang terkandung dalam peristiwa Puputan Badung, kegiatannya meliputi demo tari, pesertanya  dari sanggar tari se Kota Denpasar, Pameran buku, Budaya dan Agama, Pameran buku Puputan Badung, pentas Budaya dan Pawai Pagelaran seni.

Bandana Negara itulah sebutannya, sebuah kerajaan yang sangat megah, dengan penataan bangunan yang sangat apik yang diatur sesuai Asta Kosala Kosali. Terlebih lagi diimbangi dengan taman-taman yang menghiasi disekeliling kerajaan. Keagungan Kerajaan itu terlihat dari hiasan umbul-umbul, tembok, tedung dan berkibarnya panji-panji kerajaan.

Para abdi kerajaan laki-laki dan perempuan sibuk dengan tugas dan kewajibannya masing- masing. Di balai sidang tampak para penggawa, patih demang dan kerabat kerajaan saling berargumentasi dan bertukar pendapat yang dipimpin oleh seorang raja muda yang juga rakawi ( sastrawan ) Cokordo Mantuk Ring Rama sebutan beliau, disamping beliau tampak seorang rohaniawan yang juga rakawi ( Sastrawan ) Isda Pedanda Made Sidemen. Kedua sastrawan ini seakan-akan tidak bisa dipisahkan oleh siapapun kecuali maut yang menjemput. Ibu Suri mendampingi dengan penuh kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, mengingat begitu berat beban yang dipikul oleh seorang anak, yaitu memimpin kerajaan Badung setelah dilimpahkan oleh Cokordo Pemecutan IX, karena beliau sakit. Dari kerajaan di utara pasar beliau memerintah, itulah beliau Cokordo Denpasar.


Pada Kegiatan ini siswa-siswi Perguruan Raj Yamuna mendapat kesempatan untuk mengisi salah satu pagelaran seni.


Dokumentasi Kegiatannya : 


 
Powered by TripAdvisor

0 comments :

Post a Comment

Postingan Terbaru